Mengenai Saya

Jumat, 21 Januari 2011

read this

aku,... kau,... dia... dan kita semua punya mimpi yang besar.

Disaat disana mereka para koruptor gembrot, buncit maupun kerempeng sekalipun, yang lagi asik-asiknya memikirkan kiat-kiat licik untuk cari uang haram lagi. Gue, di sini, dikamar kontrakan, juga sedang asik-asiknya ngebuat lagu tuk penyemangat diri, jiwa dan raga. Dan mereka orang-orang kecil masih sibuk dengan mencari sesuap ikan asin kurus di emperan jalan dengan cara-cara yang sangat baik.

Disaat disana mereka para pembual pemerintah melanggar aturan-aturan baik menjadi salah kaprah, gue dan mereka orang-orang kecil, juga melanggar aturan-aturan yang merugikan menjadi bermanfaat untuk kami berkembang dengan berfikir kreatif.

Dan disaat mereka digedung atas sana sedang tertawa menikmati awal bulan dengan gaji yang besar tapi itu menyiksa kami yang kecil-kecil ini. Tapi, kami masih tetap tertawa lebih lepas lagi, karena kami selalu bersama dalam dahaga dan lapar. Kami masih merangkul satu sama lain tanpa berdebat hal-hal yang tidak ada jalan keluarnya. Kami bisa merasakan harumnya udara pagi padahal itu sesak. Kami masih mampu tertawa terbahak-bahak hingga liur muncrat padahal hari yang kami jalani sulit dan melelahkan. Inilah kami wahai bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang sembunyi-sembunyi bermain kejahatan padahal Tuhan Maha Melihat.

gue pingin bilang buat temen-temen seperjuangan. Ayok kita semangat dan lebih kreatif lagi. Gue yakin, kita semua pasti bisa dan berhasil ngejalani hidup ini dengan semangat yang bersih.

Jangan menyerah, ini sementara kok.
Belajar terus dengan apa yang kalian suka asal itu bermanfaat. Berkarya terus, ini hidup kita. Jiwa kita isi dengan senyuman-senyuman yang ikhlas...

I love u ... gue sangat cinta dengan kalian yang selalu tersenyum dalam susah, duka dan derita.

.

Kamis, 20 Januari 2011

Soni PiBi - Kuasa-NYa.mp4

soni miko latarena mati mencintaimu

Pizza!!

Kentut yang KASAR !!!

Bom !!!

Disaat di negara2 islam sana bom bukan lagi suatu yang jarang terdengar.. Mulai dari bom kecil, bom gedung, bom mobil sampe bom bunuh diri pun ada. dan Gue ngebayangin, gimana kuatnya mental dan keberanian mereka para pengebom itu. Yang nggak habis pikir lagi, para wanita yang nekad pake bom bunuh diri di badannya. Sangat mengerikan. Nyawa bisa hilang dalam sekejap dengan potongan tubuh yang pecah-pecah berserakan terlontar ke segala arah. Sereem... Sekali DUUAARRR... Habis. Dan, yang ini para laki-laki di indonesia yang di sebut-sebut sebgai teromis atau terong berkumis atau bisa juga teroris berkumis, dengan tekadnya juga berani mengebom apa saja yang salah menurut pandangan dan keyakinannya. Gue salut dengan keberanian mereka tapi gue sangat tidak mendukung jika banyak korban yang nggak terlibat yang akhirnya terkena imbasnya. Apalagi kalo itu anak-anak yang masih pingin ngerasain masa bermainnya yang masih panjang.

Nah, sekarang kita tutup cerita yang serem - serem itu. Gue pingin cerita yang lebih serem lagi. temanya juga nggak jauh dari yang tadi, BOM ! (lhah, sama aja) eit.. Tunggu dulu. Baca dulu sampe upil kering.
Eh, eh.. Tau nggak, Waktu nulis ini gue pake hape n mp3 nya lagi muter lagunya linkin park yang Irisdecents. Seru...

lanjut, gini ceritanya...

Kalo nggak salah ini waktu gue Masih SMA kelas 1, waktu rambut gue masih tebal2nya (nggak kayak sekarang, botak). Gue punya temen namanya Rahmat, anaknya luar biasa sehat, pipi ma perut hampir sama bengkaknya. Pantat, apalagi. Uiiihhh... Montok semontok montoknya. dia sering pangkas cepak, hobinya denger lagu Limp Bizkit, kalo gue denger Limp tikus. Dia paling nggak bisa kalo disuruh ngangkang, apalagi jongkok, sempaknya bisa koyak tengah. Panggilan kampungnya Rahmat Gembong. cuma dia yang punya panggilan langka gitu.

Malam itu, malam kedua tarawihan di bulan ramadhan. gue, eko, kiki dan rahmat bengkak, jalen barengan menuju mushalla baru dikampung kami. Bulan ramadhan waktu itu adalah pertama kalinya mushalla itu di pake buat sholat tarawih. Dan apa yang gue dan anak2 sangka-sangka terbukti. jama'ah penuh. Gue dan lainnya langsung lari menuju tempat wudhu, kalo nggak cepet, bisa nggak kabagian shaf. Mana ngambil wudhunya ngantri ma bocah-bocah kesetanan, sedikit-sedikit jerit, sedikit-sedikit jerit, sedikit-sedikit.. lama-lama gue lempar tu bocah kedalam bak air.

Akhirnya, dengan perjuangan dorong mendorong, sikut menyikut dan sundul menyundul, kami kebagian shaf. 1 shaf di depan shaf anak2 yang kesetanan itu (dibelakang mereka langsung shafnya perempuan).

Imam : ''sewaktu shalat, anak-anak jangan ada yang ribut. (kemudian) ...Shaf lurus dan rapat...ALLAHU AKBAR''

dan shalat pun berlangsung dengan tenang.

disebelah kiri gue, dinding dan dikanan gue ada kerbo, eh maaf... maksudnya Rahmat Bengkak. Eko dan kiki disebelahnya kerbo, eh.. Rahmat.

Rahmat ini memang membawa derita luar biasa ke gue. gue kegencet, kaki cuma bisa rapat doang. mana lagi dia berkeringat terus. adoooh. Pokoknya gue nggak bisa tenang. setiap mata ngelirik ke arah kanan, yang keliatan cuma perot bengkaknya. Inaaangg.

raka'at pertama gue berhasil dijepit dengan badan borosnya dia.dan gue heran dengan ni badak, selalu aja gelisah kalo lagi duduk antara dua sujud. Sedikit-sedikit pantatnya di angkat-angkat (tapi nggak sampe nungging), nafasnya nggak teratur gitu. Kadang nahan, kadang lepas. Kenapa gue tau kalo dia nahan nafas, karena keliatan dari perotnya yang agak mundur, kalo nafasnya dilepas, ya perotnya off side lagi. priit !!! gembrot off side tu.

Raka'at kedua, juga sama deritanya, keringatnya udah basahi ketek gue, hawa panasnya dah naik sampe ubun-ubun. asli risih. Gue semakin nggak tenang dan dia lebih nggak tenang lagi karena bajunya udah basah banget. nah, waktu duduk antara dua sujud lagi, dia kembali gelisah. pasti ni kudanil pantatnya kurapan. Gawat ! Dia semakin gelisah. Pantatnya lebih sering di angkat-angkatnya, idiiihhh abg rahmat bengkak mau ngelahirin landak ya ?

rakaat ke tiga, gue dah pingin nyerah dah, bukan karena panas, tapi rahmat semakin nyiksa gue. Sesaak... Bau keteknya udah berkuah-kuah, buat fikiran gue kacau balau. Nah, pas waktu duduk antara dua sujud, kembali lagi dia dengan kegila-an nya ngangkat-ngangkat belahan pantat kirinya...oooh... ibuuu, maafkan dosa anakmu ini, aku tak sanggup menanggung pantat bakwan ini. Uooohhh !!! Kenapa dengan badak ini ?!

Dan... Puncaknya di raka'at ke empat, ini gue sebut final round Mr. Rahmat gembong. Langsung aja, gue dah yakin banget, dia memang nahan kentut dari raka'at pertama tadi. Sungguh malang nasibmu ntut.

waktu duduk tasyahud akhir, waktu suasana lg senyap dan kusyuk2nya, si rahmat juga ngga' kalah kusyuknya dengan ngangkat2 pantat kayak pesawat mau lepas landas. gue yang tersiksa jiwa raga hanya bisa pasrah kalo terjadi ledakan bom di mushalla ini.

Akhirnya, ... Akhirnya... Akhirnya...dan akhirnya...

''Are you Ready to the Rumble !!!''...

''Haiiiiikkk !!!''

'' BRROOOOOOTTTTT !!!'',,,
''kooooeeekkhh !!!'' (kayaknya ada sempak yg terkoyak paksa)

uoooohhh !!! Bunyi kentut nya kasar banget, Dan seketika itu jg, serentak semua jama'ah ketawa, gue juga ga sanggup nahan, hampir pecah rasanya perut...

Mau itu imam, makmum laki2, anak2 dan ibuk2.. Semuanya ketawa sambil ngeliatin rahmat yang tersipu-sipu malu dengan muka memerah.

Dan akhirnya... Shalat batal !!! Kacau balau.


Pesan buat para kentut :
meletus lah pada tempat yang tertera di bawah ini ;

1. WC
2. Kakus
3. Sepsiteng
4. Angkot (biar panik)
5. Ruangan kedap suara (studio music)
6. Lubang2 sampah...

30 Seconds To Mars Hurricane official video

30 Seconds To Mars - Closer To The Edge

Mudvayne - Scream With Me

Linkin Park - "New Divide"

Soni PiBi Membuka Mata

Raditya Dika, dan hal absurd lainnya » Blog

Raditya Dika, dan hal absurd lainnya » Blog

Rabu, 19 Januari 2011

soni pibi _HISAL RUM (maaf, ini cuma draft)

Seven Rings for Life
=Hisal Rum=

malam sunyi itu, angin dingin merembet memeluk punukku, aku lihat dia lagi,berputar-putar dihalaman. Suara khasnya bersenandung nyanyian kesedihan, membuat kuduk berdiri. Aku sering menyangka dia hantu. Seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai tidak beraturan, sangat berantakan dan kacau sama seperti daster lusuh yang ia pakai. Dia mondar mandir terhuyung tidak karuan dan Sesekali terpaku, kemudian melirik tajam kearah semak di sekelilingnya. Lampu temaram diteras rumahnya, membantu mataku menangkap gerak-geriknya. Yang aku tahu, sekarang dia hanya tinggal sendirian. oh tidak, tidak, dia tidak sendirian tapi ditemani seorang petani atau lebih tepatnya seorang kakek berwajah keras bernama Sai. Dan, dia bernama Hisal Rum, Perempuan seusia ibuku, yang telah bertahun-tahun tinggal di rumah reyot sekaligus kotor bersama sikakek yang tidak bersahabat, Tepat di balik pagar tinggi belakang rumah kami.
Ibu selalu melarang agar aku menjauh dari mereka. Jangan pernah mengintip mereka apalagi sampai mengganggu. Tapi, dia tidak pernah sekalipun memberi tahu alasannya. Yang aku tahu, semenjak aku lahir, mereka sudah ada. mungkin mereka penduduk pertama dilorong tak bernama ini. lorong buntu yang di tutupi semak belukar sangkarnya biawak.

Aku sangat sering sendirian dirumah sampai tengah malam, ayahku telah tiada semenjak aku lahir, Ibu yang bilang. dan sejak saat itu ibu bekerja sebagai binatu dan berlanjut disebuah restoran sebagai pembersih paruh waktu. Dia selalu pulang larut malam.

Pernah satu malam, aku mendengar suara jeritan yang sangat melengking dan malam-malam lainnya, aku jg sering terjaga akibat jeritan itu. Jeritan berulang-ulang yang memecah keheningan malam yang kelu. Aku ngilu mendengarnya. Jeritannya seperti orang yang mengiris nadi secara perlahan-lahan dengan silet berkarat atau mungkin juga memotong jari-jari tangannya satu persatu. Jeritan yang sangat sakit. Ibu selalu bilang ''itu mungkin suara burung malam yang tengah berebut mangsa, gagak mungkin''. Tapi, aku tidak yakin.

rumah ku sungguh reyot. Tapi tidak sereyot rumah hisal rum. Di ujung lorong yg penuh semak dgn rumput yang tingginya dua kali tinggi manusia normal serta pohon-pohon kayu besar dan ini merupakan satu-satunya lorong yang tidak memiliki papan nama, hanya terdapat rumah kami, Hisal Rum dan sebuah rumah bercat kuning kusam dan sama reyotnya dengan rumahku. Disana tinggal sebuah keluarga dengan empat orang anak . Dua laki-laki dan dua perempuan. Yang paling tua bernama 0hs, laki-laki berumur tiga puluhan yang pemarah, apatis dan pengangguran. Setiap sore, kadang bisa sampai malam, Dia selalu bermain gitar dibangku samping rumahnya, tanpa baju dan selalu berkeringat sangat lengket dengan dadanya yang merah. bernyanyi menjerit2 dengan pengucapan yang tidak jelas. Aku rasa itu lagu metal kematian atau mungkin itu bahasa entah berantah, Dia juga jarang mandi. Aku enggan bila dia memanggilku. Baunya seperti babi.
anak kedua bernama Mifya, aku selalu di beri nya buku bacaan, yang tidak pernah aku ingat waktunya kapan, yang penting, itu pada saat aku pulang sekolah, Dia menungguku didepan rumahnya dengan senyumannya yang kas, gigi tonggosnya selalu duluan terlihat. Hampir selusin buku yang kukumpulkan darinya. Hanya sebagian saja yang kubaca. Aku tidak mengerti isi buku itu, aku menganggapnya mantra dukun yang mau mati atau bahasa kuno yang terbalik-balik susunan kalimatnya. Hanya beberapa kalimat yang bisa ku mengerti. Itupun sulit. buku2 itu tidak pernah memiliki judul pada sampul depannya dan siapakah penulisnya?, hanya mifya dan Tuhan yang tahu. Sampul depan dan belakang Selalu polos berwarna gelap dan buram. Kufikir ini buku pemujaan setan. mifya selalu bilang, sambil menyodorkan buku ketanganku, ''Baca ini, kau akan tau arti hidup didunia''. Selalu ada penekanan kata pada ''arti hidup'', dan kemudian dia melepaskan pegangan pada buku itu. Aku suka cengar cengir pada saat itu.
Anak ketiga, aku panggil dia Kha. Ya, hanya ''Kha''.sangat kurus, memakai kaca mata setebal pantat botol cola yang hampir menutupi wajahnya yang tirus., rambutnya tipis dan kulitnya pucat. Aku takut jika menyenggol badannya, takut persediaannya patah atau lepas. kesehariannya hanya menulis. Dia yang bilang begitu. Tapi dia tidak bilang padaku apa yang ditulisnya. Kha sangat senang jika aku mengajaknya ngobrol, dia akan cerita panjang lebar tentang impiannya dimasa mendatang dan ia sangat suka Ravelin. Aku tidak mengerti apa yang dia maksudkan dengan Ravelin. Kha terlalu serius, tidak ada rasa humor sedikitpun dan satu lagi, dia akan pergi begitu saja jika aku mengutarakan pendapatku yang baginya mungkin aneh. padahal, dia yang aneh.
lalu, anak yang terakhir, namanya sakhtyu, Manis, berambut panjang, pintar dan sering sekali menjadi bahan ejekan disekolah, mungkin karena penampilannya yg kuno, aku rasa pakaian yang sudah turun temurun diwariskan oleh nenek ke ibunya, lalu untuk kakaknya dan sekarang untuknya dan mungkin bisa untuk keturunannya nanti. ditambah lagi, dia tidak memakai pakaian serta asesoris yang sedang populer, bahkan hampir tidak ada sama sekali. Dia tidak memiliki gelang, cincin bahkan anting. Dia teman sekelasku. Kami sama2 akan lulus tahun depan dan siap2 mengikuti ujian masuk universitas dan kami betul2 senasib bahwa kami dari keluarga yang miskin. Kami akan pilih kuliah yang disediakan beasiswanya, jika tidak ada, yah...kami akan langsung bekerja. mungkin sebagai pengumpul besi2 tua untuk dijual atau berburu kecoa betina untuk kami ternak. Hidup memang kejam.
Oh ya,hampir terlupakan. mereka memiliki ayah yang humoris, aku panggil dia Mr.Nuker. Bekerja disebuah pabrik pengolahan kayu. Dia selalu memanggilku kepala microphone, mungkin karena potongan rambutku yang selalu plontos dan jarang. Anak yang kekurangan nutrisi. istrinya bernama Mijn burd.ya, bunda Mijn. Aku sulit menyebut namanya, orangnya sangat ramah dan penyayang, Aku sering diberinya bekal setiap pagi pada saat menjemput sakhtyu. Isinya selalu roti dengan selai kacang, kadang pernah roti dibakar dengan gula. Cukup nikmat.

Dan saat ini, aku sendirian di rumah. matahari semakin bersembunyi seperti ditelan langit. Langit berwarna merah dan aku ingin sekali mengintip hisal rum. apa yang sedang dilakukannya, dihalamannya yang kotor.
Aku melangkah lewat dapur menuju pagar belakang. Aku mengintip dari sela2 papan yang agak renggang dan menepatkan posisi kaki agar nyaman dan tidak berisik.
Ya, sekatang aku dapat melihatnya, hisal rum duduk sendirian dibangku lapuk di halaman depan rumahnya yang tidak begitu lebar. Dia terdiam dengan kepala miring kekiri, sesekali dia menangis ter isak-isak lalu seketika itu diam. Terus begitu ber ulang-ulang. Kemudian, dia mendongakkan wajahnya, dia menunjuk-nunjuk kearah langit yang memerah dan tertawa terbahak-bahak. aku yakin dia berzodiak cancer yang gagal. Cancer yang selalu berangan-angan kosong seperti Pandangannya yang kosong saat ini, aku rasa dia sudah gila. Aku bergeser kesela-sela papan yang lain. Agar aku jelas melihat wajahnya. hop, aku berada pada posisi yang pas. Tapi, pijakan kaki kananku tidak tepat, karena banyak kayu-kayu yang dibuang berserakan menggunung tidak beraturan. Aku yakin, ini pasti kerjaan ibu.
tiba2, hisal rum menjerit sambil merogoh-rogoh roknya. Dia memasukkan kedua tangannya kedalam rok. dia berdarah... Aku lihat !, roknya penuh darah... dia menjerit2 kesetanan dengan tangan memukul2 bagian kemaluannya. berulang-ulang dia melihat roknya dan menangis, lalu dia memukul-mukul lagi hingga tangannya penuh darah. Lalu, Dia mendongak melihat langit dan kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, perlahan-lahan kedua tangannya menarik mulutnya kearah kiri dan kanan seperti ingin mengoyaknya. Jeritannya semakin menjadi-jadi, matanya liar, lidahnya dibiarkannya menjulur. Sekarang tarikan tangannya semakin kuat, mulutnya terkoyak paksa, mulutnya penuh darah. darah dari bekas tangannya. Tapi setelah ku perhatikan lagi, itu bukan dari tangannya, melainkan mulutnya yang terkoyak,pinggir bibirnya telah koyak sedikit... Aku memekik. Dan...oohh..Bruuakk, aku terjatuh, pijakan kaki ku pada kayu hilang keseimbangan. aku merakan nyeri pada paha kananku.ukkhh.. aku jadi susah bangkit. Tiba2 aku mendengar suara yang tidak asing. Suara kakek2 yang ku kenal.si bongkok itu. Dia seperti membanting sesuatu, lalu dia memaki-maki dan kemudian terdengar suara dentaman keras dan selang beberapa menit diikuti suara sesuatu yang terseret-seret. Lengkingan Hisal rum pun lenyap. Langit sudah gelap.saatnya aku kembali kedalam dan melihat luka pada pahaku. Aku terpincang-pincang.

setelah selesai, ternyata pahaku hanya memar. Aku duduk dimeja dapur dengan sepiring cereal hangat. Merasa tidak nyaman, aku pindah keruang tv. aku masih mengingat saat2 darah yang keluar dari roknya hisal rum dan saat2 mengerikan sewaktu dia berusaha mengoyak mulutnya. Apa yang difikirkan perempuan gila itu ?... Akkhh... Aku berusaha melupaKan bayangan itu. Tapi, rasa penasaran yang menggangguku terlampau besar hingga mengalahkan larangan ibu untuk tidak mengusik mereka.
Tiba-tiba,
Brak..brak... ''Dalta !, kau ada didalam ???''
Uukhh.. Siapa diluar ???, aku sedikit mengerang, aku jarang sekali mendapat tamu. Apalagi yang seperti ini. Brak.. Brak.. ''Hei..buka pintu mu !!!'' Suaranya semakin kencang.
''ok, ok.. aku datang''sedikit menjerit dan aku bergegas ke pintu depan sambil terpincang-pincang. Dan aku mendapati 4 orang bersaudara yang kukenal baik, dan yang paling depan adalah si apatis gempal Ohs.
Aa,,ada..apa..? Belum sempat aku menghabiskan pertanyaan, ohs langsung menerobos masuk dan diikuti lainnya. Sakhtyu hanya mengangkat bahunya sambil menatapku.

Ohs langsung ambil posisi diruang tv dan. Hei, hei..jangan makan cerealku !, ohs tidak menggubrisku, dia menuangkan semua isi cerealku kemulutnya yang lebar. Ukkhh...Sakhtyu kembali mengangkat kedua bahunya dan merapatkan bibirnya.

Kha !, ceritakan pada kami apa yang kau lihat tadi sore. Ohs menyenggol kaki kha.
Oouh..ook ok.. Kha sedikit tergagap.

Apakah ini sangat penting ?, kha menjawab dengan nada yang malas.

Ya, ini memang penting ! Timpal mifya yang duduk disebelah Ohs.

Aku sudah muak dengan semua ini, sangat muak !, kalian selalu sibuk dengan hal yang tidak penting dan, dan kalian menyulitkanku. Kha menepuk kedua paha nya dan menatap sekelilingnya.

Wajah Ohs mengeram melihat Kha. Sakhtyu sesekali mencuri pandang melihatku, Mifya mengernyutkan bibirnya sambil menopang dagunya dan aku sendiri berdiri didepan mereka dan tidak mengerti apa yang mereka ributkan.

Kha bangkit, lalu berputar-putar pelan mengelilingi kami Hingga tiga kali Dan tiba-tiba berhenti di belakang ku dan menepuk pundak kananku. Dia berkata ''dia, bisa kita andalkan !''.

Hei...hei.. apa maksudmu ???,
ya! Kau bisa kami andalkan.
Ok... Itu ide bagus. Karena Dalta yang paling dekat jaraknya dengan sumber rezeki kita. Hisal Rum.

Hah??? Hi..hisal Ruumm??? Aku terbelalak.
Ya... Dia itu ladang uang, dan kita akan jadi kaya. Ohs tampak sangat berapi-api.

Wah, kalian sedang membicarakan apa?. Tiba-tiba ibu muncul dengan menjinjing sebuah plastik hitam, mungkin itu makanan dan ia tersenyum.

hello ?...maaf kami mengganggu. Mifya berkata pada ibu.
Oouh.. Tidak apa-apa, saya kekamar dulu ya, lanjutkan bisnis nya. Hmmm. Ibu berlalu ke kamarnya sambil tersenyum ke arah kami.

''ok, sepertinya kami kembali dulu, besok kita lanjutkan, gimana Ohs?'' mifya meliriknya
Ohs langsung bangkit dan mendekatiku. Dia mendekatkan mulutnya yang lebar ketelingaku tapi tidak tersentuh. ''jangan bilang apa2 tentang kedatangan kami malam ini pada ibu mu atau siapapun, kau mengerti microphone ?!'' dia berbisik keras. Aku hanya mengangguk pelan.
''yup, kita pulang kerumah. Jaga dirimu baik2, besok jgn lupa jemput aku'' sakhtyu memegang pundakku.
''yaa''... sekedar senyum kecil yang ku paksakan.

Dan mereka pun berlalu.

nah.. ini dia

pibigaleri@yahoo.co.id

PIBI's book...

SI YAN OLALA

gue pernah numpang di kontrakan temen namanya ivan, waktu gue lagi nyari kerjaan dibanda aceh, memang gue akui, ivan itu temen yang luar biasa baik. Dia nggak pernah ngeluh gue tinggal dirumahnya. Padahal di sana udah ada dekgam (ali) dan si yan (sopian). kami selalu makan pake berasnya dia, minum pake air yang di belinya, lauk pake kateringannya dia, mandi dan pub didapurnya (Hah !!!) Dan Tidur di kasurnya dia. eh, malah dia yang tidur di lantai dengan beralaskan kain sarung yang kadar ketebalan taik keringat yang luar biasa TEBAL !. Tapi, dia nggak pernah ngeluh ataupun ngomong apa-apa. Malah dia suruh kami tinggal lebih lama lagi. Hmmm... Hidup memang penuh misteri. Ada yang baik ada yang jahat. Ada yang punya hati mulia dan ada yang tak tahu diri. Gue ga termasuk. Ntu, dua orang ntu yang termasuk.

Gue ceritain dikit ni karakteristik dan wujud si Ali alias dekgam (panggilan asal kampung halaman). Dekgam ini orangnya item, kurus, jangkung, kepalanya lonjong kayak rudal plus rambut berdiri-diri kayak kesetrum gardu utama PLN dan yang buat dia tambah ca'em.  Itu tu, bulu keteknya sangat lebat, nyembul-nyembul lucu dari balik lengannya yang cungkring. Kadang Sangking gemesnya, gue pernah pingin membumi hanguskan tu bulu sampe ke akar-akarnya waktu dia lagi tidur sengiler-ngilernya. Hak hak hak hak....penyebab Global warming bertambah satu lagi. Dekgam ini orangnya super lucu, suka banget menghina kekurangan orang. Ivan selalu kena sasaran nya. Nggak sadar dia udah numpang hampir setengah tahun. Satu hal yang gue nggak suka dari dia. Dia juga suka ngatain gue kayak orang tua, rambut gue dah banyak rontok. Dia sering panggil gue profesor tanpa produk. Lontong tu anak !!!. Dan satu hal lagi, dia manusia terjorok yang pernah gue kenal. Males banget apa-apa yang menyangkut kebersihan. tu kasur yang dia tiduri, hitamnya udah kayak negro kecelup kopi. Belaler lah! Tapi, ivan nggak pernah bilang apa-apa ke dia. Padahal gue dah nyinggung-nyinggung. malah, ivan cuma bilang. ''biarin aja, yang penting kasur kita nggak di ganggunya''. Huh. Ivan yang malang, ivan yang lemah.

Nah, sekarang giliran si Yan atau Sopian Hasbi. Ciri-cirinya, agak pucet, hidungnya mancung, rambutnya lemas dan agak pirang, hobi pake kemeja yang kelewat besar dengan badannya yang pendek  dan dia  Ini manusia boneng yang menjadi salah satu penyebab segala keterpurukan pola fikir dan kecerdasan remaja masa kini. gue beri dia julukan siYan munafek (munafik). awal gue nginep dirumah ivan. Gue sering denger dia ngaji malam, terjaga karena dia bangun malam buat tahajud dan shalatnya nggak pernah bolong. Salut gue ma si boy satu ni. Sampe sekarang semua itu masih rutin dia lakuin. Nah, yang jadi masalah sekarang dan membuat gue jadi detektif bangai (bodoh) adalah. Gue sering kedapetan dia lagi onani. Apa ???... Kaget kan, ni gue gedein. Dia sering banget ONANI sambil ngeliat video bokep di hapenya. Hampir setiap hari. Kalo nggak siang ya sore, kalo nggak sempet ya malam, kalo nggak juga, ya waktu kami dah pada tidur semua. gue sering terjaga tapi pura-pura merem-merem dikit kalo ada suara-suara gaib dari arah si yan (kebetulan gue, si yan dan ali tidur sekamar/maklum numpang). Waktu gue intip, Tangan kanannya megang hape dan tangan kirinya megang bazoka. Ooh bukan, tapi megang pentungan hansip. Hi hi hi... {^o^} oolala... Hobi yang menurut gue sangat tidak up to date dan nggak pernah upgrade.
Gue bayangin kalo dia kenalan ma cewek, terus cewek itu nanya gini. ''iyan hobinya apa ?''. si yan merasa bangga dan langsung menjawab dengan lobang hidung kempas kempis. ''hobinya iyan,hmmm(agak tersipu-sipu)... ONaNi, neng !, sehari wajib sekali, kalo nggak onani, rasanya hari-hari iyan nggak bermakna banget. Kayak ada yang kurang gitu''. Dan si cewek pun langsung muntah kejang-kejang. Hobi tu yang lain kek, maen PS, baca komik atau maen musik, kan enak, kreatif napa !?. Ni malah ONANI saudaranya MASTUR...BASI. Makanya gue bilang dia itu munafek, ibadah kuat, buat dosa wajib. Sama aja.... NOL. Gue bilang gini bukan berarti gue alim banget. Tapi gue prihatin ma dia. Sayang boga-boganya dia, di mixing terus.
Suatu hari gue pernah ngajak dia ngomong soal ini, dia ngeles. Tp setelah gue tunjukin rekaman di hape gue waktu dia lagi gt.(gue rekam diem2 sambil pura2 tidur, hape gue selip di balik ketek),  Akhirnya dia malu dan sangat malu waktu dia tonton tu video, dimana dia liat dirinya sendiri yang lagi berkeringat jagung sambil ber onani bahagia. Dan dia janji mau berhenti. Gue kasih saran, dia tuker hape aja dengan yang ga ada multimedia dan media penyimpan gambar. Dan dia mau, gue jg jadi senang, setiap malam bisa tidur nyenyak tanpa mendengar suara mixer alami dari tangan si yan terhadap pentungan yang malang.  Sebulan kemudian gue pindah ke kos sendiri. Dan, seminggu kemudiannya lagi gue liat si yan dah punya hape baru dengan fitur multimedia lengkap. Huh... Dasar !, si boy tralala olala.  Males dah gue ngeliyat dia. See u sopian the mixer... Hati2, awas patah tu pentungan. Ingat masa depan …. Hihi..

membuka mata by soni pi bi

AKU DI GODA !!! iiiihhhh...

oleh Soni Pi Bi pada 10 Agustus 2010 jam 0:57
sebelumnya mohon maaf kepada pihak yang masuk dalam cerita ini. 

"pol, aku minta maaf".. hehehe pipis lop n kencing

suatu hari, agak cerah, BANDA ACEH Juni 2005....

siang itu habis selesai shalat zhuhur di mesjid BAITURAHMAN BANDA ACEH, sebuah kisah cinta terjadi tragis tanpa ditumis...
waktu itu, aku berdua dengan ipol, duduk-duduk dianak tangga mesjid sisi sebelah kiri mesjid. ipol duduk 1 anak tangga dibawah.

"son, kita tunggu Bang Aldy disini aja ya ?" ipol buka mulut sambil pencet2 jerawatnya.
"hmmm.. mana dia ?" aku jawab sambil ngorek2 upil.
"katanya bentar lagi datang, tapi...aduh, jerawat aku ngga bisa keluar !!!" ipol panik. "son, tolong kau pencet bentar" ipol memohon dengan buruk rupa.
" hoh (sedikit syok) ??? o...oke oke" aku jawab sambil ngelepas jari2 indah dari lubang hidung menuju wajah ipol. dan ipol pun mengerang-ngerang kesetanan waktu jerawatnya dipencet, maklum jari ku kan ada tambahan kuman. HAHAHAHA (ketawa Setan). dan disaat itu juga, seorang pria parlente keluar dari mesjid dan masuk lagi dan keluar lagi. yang anehnya, waktu dia keluar, matanya selalu liat kami. dan di ketiga kalinya dia buka pertanyaan.


"ma'af...dek, ada liat orang yang bajunya sama kayak saya ngga?"
aku dan ipol saling melihat dan... "ng..nggak ada bang, dari tadi kan abang yang bolak balik" jawab aku sekenanya.
"hmm... boleh saya gabung ???" Parlente sedikit memohon.
"oh.. silahkan bang..." ipol beramah tamah mamah,. aku cuma senyum tanpa curiga. dan Parlente pun menyodorkan tangannya sama aku dan disitulah awal keGilaan dan bencana dimulai !!!. kami saling salaman dan Ipol nggak di salamnya...

"namanya siapa ?" Parlente ...
"Soni...bang".
"oh.. namanya mirip underwear ya.. HOHOHO" wajah binal kadalnya siparlente muncul mendadak.
"hehehe, itu kan pake "Y" bang, saya pake ' i ' ujungnya.. soni" jawab aku membela diri. Ipol, nggak di tanya apapun ma parlente itu.
"saya Kelvin, Kelvin Clein... oya, kalian teman sehati ya???" wajah dia mulai serius.
"hah??? maksudnya.. ng..nggak bang, kami temen dari SMP dulu." jawab ipol. aku cuma nambah " iya".
"kalian pasti sering belanja2 kolor2 mahal kan, di plaza gitu" tanya si gila itu.
"hehehe" ipol ketawa.
"hahaha" aku ketawa agak nahan, "ya nggak la bang, beli aja diwarung-warung, kan murah. siapa pun yang mu liat" aku jawab sekenanya aja tanpa curiga sedikitpun. dan obrolan itu berjalan jauh ke topik-topik ngeres.. aku dan ipol cuma jawab " iya, nggak, ah mana ada, iya, nggak, ah ada-ada aja abang ni, ihh ..." gitu-gitu terus dan dari pembicaraan itu lah aku baru sadar, kalo dia itu GUY, gey, atau apalah tu HOMO namanya. yang penting gitu-gitu lah.

"oya, ipol kan nunggu temennya ? jadi soni ikut saya aja" wajah nya menggoda kayak taik lembu. ipol liatin muka aku dan langsung nunduk nahan ketawa.
"ah...eh..ah... ma..ma'af bang, soni banyak cucian yang belum dicuci, masih numpuk" jawab aku buru2.
"ah, nggak apa2 tu, bawa aja kerumah saya" pancaran mata siHOMO itu sedikit memaksa. dalam hati ipol " soni mau diperkosa . hihihihi....^^"
"udah, jangan malu-malu, nanti soni saya ajak belanja pakaian" bujuk rayu neraka si homo itu. aku terdiam dan tak sanggup kentut sedikitpun. "gini aja, bawa aja, nanti kita cuci barengan saya aja pakaiannya, nanti soni cuci SEMPAK saya dan saya cuci SEMPAK soni, yaa.. bugil-bugilan gitu kita dikamar mandi" JELEGEEERRRRRR !!!!, muka si ipol udah merah kayak bisul stadium akhir karena nahan ketawa. dalam hati " musibah telah datang di hari yang cerah"..
"hahaha (ketawa maksa), nggak bang.. saya udah nggak perawan" aku jawab kesel.
"hmmmm... ya udah kalau gitu, nanti saya telpon kamu lagi ya (sebelumnya udah tukeran no hp), kalo gitu, hmmm....saya jalan duluan ya" dia berlalu dengan senyuman manis ingus berbalon dan pantat sok seksi.

"HAHAHAHAHAHAHA" ipol ketawa sampe perutnya Pecah.
"??????!!!!!, ... aku mu muntah pol???"...

dan kawannya ipol pun datang.

memang ini pengalaman yang tak terlupakan. dikejar banci mabok pernah, dapat salam dari banci pernah dan ini si homo ngajak cuci SEMPAK bareng. GILAAAAA !!!. apa mereka nggak SUNAT ya ???...

THE END.......

harap baca dengan hati yang bersih dari perampokan oleh banci. (mohon maaf tuk para banci juga) ini kisah nyata...

Latarena-Biarkan ku Pergi

di Band ini (LATARENA) pibi (vocal), Mico (gitar)...
maaf, video nya editan..tapi, lagunya asli punya kami "LATARENA" mico penciptanya...
salam music indonesia

Soni PiBi-Permainkan Hati